annajah
Senin yang lalu semua diuji
oleh Alloh,,, rasanya hati tak sanggup dengan ini semua, berlangsung begitu
singkat tapi lukanya begitu dalam, soal itu yang sangat aku takutkan, soal itu
yang membuatku urung untuk memilih sebenarnya, dan soal itu pula yang membuatku
trauma.
Tapi semua harus tetap
berjalan, lolos atau tidaknya sebuah ujian itu semua sudah aku serahkan pada
Sang Pemberi Nilai. Soal masih banyak, butuh jawaban yang konkrit untuk itu
semua.
Sabtu ini... rasanya masih
saja terbayang-bayang... antara takut, kecewa, kalut, jenuh, berharap.. semua
menumpuk jadi satu. Entah soal itu membuat aku lemah tak berdaya.
Tapi kawan...... sungguh
kalian penghidup inspirasiku,,, kalian selalu tawarkan semangat yang
sangat-sangat dasyatnya... kalian tanting aku saat aku berada dibawah, kalian
perban luka ini dengan banyaknya do’a-do’a... sungguh tiada obat yang lebih
mujarab yang diberikan Alloh kecuali hadirnya kalian dihidupku. Dari kalian aku
belajar tersenyum, tertawa, kasih sayang, kesabaran, kematangan, keanggunan,
keindahan dan semua yang membuatku bersinar seperti eloknya mentari pagi.
Sungguh begitu beruntungnya
diri ini mempunyai teman-teman yang luar biasa hebatnya, yang mempunyai
berbagai kriteria dan jenis sifat yang sangat berbeda. “keras, tegas, logis,
lembut, sabar, ikhlas, ridho, pasrah, dan masih banyak lg sifat-sifat yang tak
mungkin dapat disatukan. Tapi aku tetap percaya sifat itu memberi warna pada
rumah kita.. rumah kesuksesan dimasa depan antara dunia dan akhirat. Seakan tak
ada tempat lain yang memadai separti tempat tinggal kita.
Berdelapan.. itulah engkau
yang berbeda.. sama-sama anggun, cerdas, shalehah, dan siapapun nanti yang
memilih kita itulah orang yang paling
beruntung didunia.
Alloh begitu baik telah
mempertemukan kita dulu, saat sama-sama masih udik, kampungan, norak. Kita
mencari tempat yang paling nyaman untuk tinggal dan belajar menuntut ilmu.
Sabtu itu tetap bulan september 2011. Enam diantara delapan orang saling
tersipu malu untuk berkenalan.
Indah saat itu... kesan
empat menit pertama menandakan karakter dan sifat-sifat yang akan dibawa
selamanya. Dan saat itu.. aku seperti orang paling beruntung mengenal kalian,
“Rkh” anak lucu, lugu, dan polosnya begitu sangat polosnya mencium tanganku.
Rasa tak enak saat itu, anak dr podok “IS” memberikan kesan yang sangat tak
mungkin dilupakan, “AR” yang datang dengan begitu ramahnya selalu memberi kesan
yang sangan bersahabat, “TR” orang yang begitu dewasa diantara delapan orang
ini memberi kesan kami selalu ada pembina dalam bersahabat, dan masih banyak
lagi kesan yang kalian toreh dlam memory ini. 2 tahun sudah semua kehidupan
berjalan begitu cepat. Rasanya jika suatu saat kita berpisah tak ikhlas dan tak
ingin untuk itu. Tapi apa daya kita dipertemukan pasti akan ada sebuah perpisahan
itu. Berat dan sangat sedih. Tapi kita harus tetap semangat, karakter orang
yang berbeda dari daerah yang berbeda pula.
Dan terimakasih Alloh.
Engkau pertemukan kehidupan indah dalam proses
kehidupan yang lebih baik. Jurang dan tebing itu harus tetap ku lewati,
jika memang Engkau ijinkan kami ke puncak pastilah entah berapa lama, entah
berapa daya yang harus kami keluarkan, semua pasti akan membuahkan hasil yang
lebih baik. Tetap bersyukur apaun yang terjadi nanti, karena tak akan ada
pelangi jika tak ada panas dan hujan. Tak akan ada kupu-kupu yang cantik jika
tak ada ulat yang menjijikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar