Minggu, 14 April 2013

senandung ara



annajah
Senin yang lalu semua diuji oleh Alloh,,, rasanya hati tak sanggup dengan ini semua, berlangsung begitu singkat tapi lukanya begitu dalam, soal itu yang sangat aku takutkan, soal itu yang membuatku urung untuk memilih sebenarnya, dan soal itu pula yang membuatku trauma.
Tapi semua harus tetap berjalan, lolos atau tidaknya sebuah ujian itu semua sudah aku serahkan pada Sang Pemberi Nilai. Soal masih banyak, butuh jawaban yang konkrit untuk itu semua.
Sabtu ini... rasanya masih saja terbayang-bayang... antara takut, kecewa, kalut, jenuh, berharap.. semua menumpuk jadi satu. Entah soal itu membuat aku lemah tak berdaya.
Tapi kawan...... sungguh kalian penghidup inspirasiku,,, kalian selalu tawarkan semangat yang sangat-sangat dasyatnya... kalian tanting aku saat aku berada dibawah, kalian perban luka ini dengan banyaknya do’a-do’a... sungguh tiada obat yang lebih mujarab yang diberikan Alloh kecuali hadirnya kalian dihidupku. Dari kalian aku belajar tersenyum, tertawa, kasih sayang, kesabaran, kematangan, keanggunan, keindahan dan semua yang membuatku bersinar seperti eloknya mentari pagi.
Sungguh begitu beruntungnya diri ini mempunyai teman-teman yang luar biasa hebatnya, yang mempunyai berbagai kriteria dan jenis sifat yang sangat berbeda. “keras, tegas, logis, lembut, sabar, ikhlas, ridho, pasrah, dan masih banyak lg sifat-sifat yang tak mungkin dapat disatukan. Tapi aku tetap percaya sifat itu memberi warna pada rumah kita.. rumah kesuksesan dimasa depan antara dunia dan akhirat. Seakan tak ada tempat lain yang memadai separti tempat tinggal kita.
Berdelapan.. itulah engkau yang berbeda.. sama-sama anggun, cerdas, shalehah, dan siapapun nanti yang memilih kita  itulah orang yang paling beruntung didunia.
Alloh begitu baik telah mempertemukan kita dulu, saat sama-sama masih udik, kampungan, norak. Kita mencari tempat yang paling nyaman untuk tinggal dan belajar menuntut ilmu. Sabtu itu tetap bulan september 2011. Enam diantara delapan orang saling tersipu malu untuk berkenalan.
Indah saat itu... kesan empat menit pertama menandakan karakter dan sifat-sifat yang akan dibawa selamanya. Dan saat itu.. aku seperti orang paling beruntung mengenal kalian, “Rkh” anak lucu, lugu, dan polosnya begitu sangat polosnya mencium tanganku. Rasa tak enak saat itu, anak dr podok “IS” memberikan kesan yang sangat tak mungkin dilupakan, “AR” yang datang dengan begitu ramahnya selalu memberi kesan yang sangan bersahabat, “TR” orang yang begitu dewasa diantara delapan orang ini memberi kesan kami selalu ada pembina dalam bersahabat, dan masih banyak lagi kesan yang kalian toreh dlam memory ini. 2 tahun sudah semua kehidupan berjalan begitu cepat. Rasanya jika suatu saat kita berpisah tak ikhlas dan tak ingin untuk itu. Tapi apa daya kita dipertemukan pasti akan ada sebuah perpisahan itu. Berat dan sangat sedih. Tapi kita harus tetap semangat, karakter orang yang berbeda dari daerah yang berbeda pula.
Dan terimakasih Alloh. Engkau pertemukan kehidupan indah dalam proses  kehidupan yang lebih baik. Jurang dan tebing itu harus tetap ku lewati, jika memang Engkau ijinkan kami ke puncak pastilah entah berapa lama, entah berapa daya yang harus kami keluarkan, semua pasti akan membuahkan hasil yang lebih baik. Tetap bersyukur apaun yang terjadi nanti, karena tak akan ada pelangi jika tak ada panas dan hujan. Tak akan ada kupu-kupu yang cantik jika tak ada ulat yang menjijikan.
Tetap lindungi dan ridhoi kami Yaa Robb, keluarga kami, teman-teman seperjuangan kami, orang-orang terkasih dan umatMu tentunya. Semoga kami menjadi hambaMu yang beruntung. amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar